Tampilkan postingan dengan label KOMPONEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOMPONEN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Oktober 2010

Radeon HD 6800 Segera Meluncur

Masih ingat dengan berita mengenai keputusan AMD untuk tidak lagi menggunakan nama ATI pada produk-produk kartu grafis berikutnya? Kali ini AMD telah menyiapkan kartu grafis baru seri Radeon HD 6000 sebagai penerus seri Radeon HD 5000. Untuk varian pertamanya, AMD telah menyiapkan Radeon HD 6800 yang merupakan varian kelas atasnya.

Berdasarkan beberapa keterangan yang beredar, AMD Radeon HD 6800 akan menggunakan basis chip grafis yang memiliki kode nama "Barts". Gambar yang beredar menunjukkan bentuk fisik kartu grafis Radeon HD 6800 yang besarnya kira-kira mirip dengan kartu grafis Radeon kelas atas yang beredar saat ini.

Yang menarik, kartu grafis ini memiliki lima buah keluaran sehingga muncul dugaan kalau kartu grafis ini akan mendukung feature ATI Eyefinity yang telah ditingkatkan.

Belum ada spesifikasi yang lengkap mengenai kecepatan kartu grafis ini, namun kabarnya varian Barts XT atau Radeon HD 6870 akan memiliki kecepatan sebesar 900MHz dan dilengkapi dengan memori GDDR5 yang memiliki antarmuka 256-bit.

Varian Barts XT (HD 6870) dan Barts Pro (HD 6850) akan diluncurkan pada akhir bulan Oktober ini dengan harga di kisaran US$ 250.

USB Hub 3.0 dari TRENDnet

TRENDnet yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen perangkat jaringan terbesar di dunia, baru-baru ini memperkenalkan sebuah produk baru. Agak sedikit berbeda, kali ini produk yang diluncurkannya bukan berupa perangkat jaringan, melainkan sebuah aksesoris USB.

TRENDnet TU3-H4 ini adalah sebuah USB hub yang memiliki empat buah port. Bukan sekedar USB hub biasa, TU3-H4 ini sudah mendukung standar kecepatan terbaru yaitu USB 3.0. Artinya, anda akan mendapatkan kecepatan transfer data hingga 5 Gbps dari perangkat-perangkat USB 3.0 anda. Tentunya, komputer yang digunakan pun harus sudah mendukung USB 3.0. Namun TRENDnet TU3-H4 ini juga tetap kompatibel dengan port USB 2.0 yang saat ini masih umum digunakan.

Belum ada keterangan kapan TRENDnet TU3-H4 ini akan sampai ke Indonesia.

Minggu, 22 Agustus 2010

AMD Athlon II X3 440

Sempat terpikir bahwa era dual-core akan segera berakhir. Pasalnya semakin hari semakin banyak aplikasi yang mampu memanfaatkan jumlah inti prosesor yang lebih banyak guna memercepat proses kerja.
Sejak debut prosesor quad-core beberapa tahun silam, sebagian pengguna sudah merasakan keuntungan yang didapatkan dari hasil investasinya dulu (ketika prosesor dengan inti empat tersebut termasuk kategori kurang terjangkau)
AMD menanggapi hal ini dengan meluncurkan prosesor quad-core yang sampai hari ini masuk kategori termurah.  Bahkan AMD masih memberikan pilihan menarik lainnya tanpa harus mengorbankan kinerja terlalu banyak. Anda tentunya mengenal baik prosesor AMD Phenom yang berinti ganjil yakni sebanyak tiga buah. Sekarang prosesor dengan inti ganjil tersebut juga turut meramaikan jajaran prosesor Athlon II dari AMD.
Karena merupakan satu-satunya produsen yang menghasilkan prosesor dengan konfigurasi unik, maka tak heran jika AMD tetap memberikan perhatian khusus untuk segmen pasarnya. Di awal tahun 2010 AMD meluncurkan beberapa prosesor baru mereka, salah satunya adalah AMD Athlon II X3 440. Prosesor ini mirip keluarga Athlon II lainnya yang hadir tanpa cache L3 dengan tiga inti di dalamnya.
Prosesor yang satu ini memiliki clock standar sebesar 3 GHz dengan TDP maksimal 95 watt. Socketnya kompatibel dengan  AM2+. Ukuran cache setiap core sama persis dengan versi quad core. Memang seperti yang sudah-sudah, versi inti ganjil ini merupakan hasil “modifikasi” dari sebuah prosesor berinti empat.
Yang paling menarik dari prosesor AMD adalah value-nya. Athlon II X3 440 ini dapat ditebus dengan kocek kurang dari US$90. Ini tentu saja cukup menarik, karena alih-alih bersaing dengan generasi Nehalem dari Intel, AMD memberikan persaingan dari segi price/performance. Maka tidak heran prosesor AMD memiliki kinerja lebih baik dari pesaingnya diharga yang sama.
Kami sempat mencoba memaksimalkan clock speed prosesor ini. Dari clock bernilai default 3 GHz menjadi clock 3,6 GHz (15x241 MHz) pada setting bernilai default (voltase dan pendingin). Agaknya memang kurang terlihat fantastis, namun hal ini cukup umum melihat kinerja beberapa saudaranya dari keluarga Athlon II yang biasanya berkisar pada angka tersebut.
***
Prosesor triple core dari AMD ini sangat menarik. Clock-nya relatif tinggi. Selain itu satu core ekstra akan sangat bermanfaat bagi Anda yang sering bekerja dalam kondisi multitasking (terutama jika dibandingkan dengan prosesor dual core yang memiliki clock speed sama). Harga yang dibandrol pun hanya sedikit lebih mahal dari prosesor dual-core tetapi masih lebih murah dari prosesor quad-core.

(Karuna - Kontributor) 

Hasil Pengujian
Meski dianggap sebagai sebuah prosesor quad-core "pincang",  segmentasinya yang berada di antara harga prosesor dual-core dan quad-core membuatnya seperti prosesor dual-core dengan bonus satu core tambahan. Tentu kinerjanya akan lebih baik dari prosesor dual-core pada aplikasi yang mendukungnya.
Spesifikasi AMD Athlon II X3 440
Seri
X3 440
Soket
AM3 (938 pin)
Clock speed (MHz)
3000
Nama core
Rana
Jumlah core
3
FSB (MHz)
200
Multiplier
15x
L1 size
128KB x3
L2 size
512KB x3
L3 size
-
Harga kisaran
US$90

Hasil Uji Kinerja
Prosesor
Athlon II X3 440
Athlon II X3 440 OC
Clock (MHz)
3GHz
3,6GHz
Sysmark 2007 ver1.05
129
-
PCMarkVantage Score
4554
-
3DMarkVantage Score
P8512
P8898
3DMarkVantage CPU
7256
8453
Cinebench R10 CB-CPU
6939
-
Sisoft Sandra ALU (GIPS)
30.17
-
Encoding Audio (menit:detik)*
1:09
-
Encoding Video (menit:detik)*
10:36
-
Image Rendering (menit:detik)*
2:11
-
*Lebih rendah lebih baik




AMD Athlon II X3 440 dikemas dalam soket AM3 yang juga kompatibel dengan AM2+.




 
Plus     : Memiliki sebuah core ekstra dibandingkan dual core biasa.
Minus : Masih ada beberapa aplikasi yang berjalan lebih baik pada jumlah core ganda.
Skor Penilaian
Kinerja         : 4
Feature        : 4
Harga           : 4,25
Skor Total    : 4,08

Unlocking: Sebuah Kunci Keberuntungan
Semenjak awal peluncuran prosesor Athlon II X3, pembicaraan menarik terjadi di seluruh dunia mengenai proses unlocking prosesor ini. Memang benar bahwa sebelumnya juga sudah diketahui bahwa prosesor AMD dengan konfigurasi dual-core atau triple-core dibangun dengan basis quad-core. Namun yang menarik dari proses unlocking Athlon II X3 ini adalah bonus tambahan yang akan didapatkan bisa berbeda tergantung faktor keberuntungan Anda. Contohnya, kami pernah mendengar bahwa selain inti yang dimatikan, Anda juga bisa mendapatkan kembali L3 cache yang sebenarnya juga dimatikan (bukan dihilangkan) sebagaimana Athlon II X2 (yang dibangun di atas wafer prosesor yang sama sekali berbeda).
Fenomena unlocking ini sekarang sudah menjadi kelaziman, ditambah lagi dengan dukungan dari beberapa produsen motherboard yang menyertakan fasilitas unlock ini. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah pihak AMD sepenuhnya tidak mendukung hal ini. Oleh karena itu, segala resiko yang ditimbulkan ditanggung oleh pengguna itu sendiri. Pasalnya, prosesor yang intinya dimatikan dengan sengaja merupakan kehendak AMD (tentunya dengan pertimbangan tertentu).


Core
ekstra yang berhasil di-unlock pada AMD Athlon II X3 435.

Winfast 210

Sebagai varian terendah nVidia saat ini, GeForce 210 ini memang memiliki spesifikasi yang sangat sederhana. Kartu grafis ini jelas bukan untuk pengguna yang menginginkan kinerja kencang untuk memainkan aneka game berat.
Namun jika menginginkan kartu grafis sederhana untuk sekadar menggantikan kartu grafis onboard, atau sedang mencari kartu grafis yang sangat irit daya, Anda dapat menjadikan kartu grafis ini salah satu pilihan yang menarik. Untuk memenuhi kebutuhan HTPC pun sangat cocok. Pasalnya kartu grafis ini juga menyediakan bracket tambahan yang lebih kecil sehingga kartu grafis ini dapat masuk ke casing yang sempit. (Steven Irwandi - Kontributor)

Hasil Uji Winfast 210
Opsi Default Settings 1280 x 1024
3366
Opsi Performance Preset 1280 x 1024
P1111

Spesifikasi  Winfast 210
Kecepatan Core
589 MHz
Kecepatan Memori
1580 MHz
Kapasitas Memori
512 MB GDDR3
Website
Harga
US$60

ASUS Maximus III Extreme

Setelah sebelumnya kami kedatangan ASUS Maximus III Gene (yang masih menggunakan chipset Intel P55), hadir kembali produk lainnya, yakni ASUS Maximus III Extreme.
Saat memandangnya sepintas, Anda pasti akan takjub dengan disediakannya 5 slot PCI Express. Untuk apa ASUS menghadirkan PCI Express x16 sebanyak 5 slot? Entah seekstrim apa pengguna yang akan memanfaatkan slot PCI Express x16 itu secara keseluruhan.
Yang pasti, ke-5 slot ini memang dirancang untuk mereka yang haus akan kinerja grafis super kompleks. Bandwith-nya memang tidak sama, untuk slot pertama dan kedua x16 sedangkan sisanya memiliki bandwith x8. Dukungan bandwith hingga x16x16 sendiri muncul berkat bantuan chipset tambahan nVidia NForce200 yang terlindungi heatsinkpasif bertuliskan Republic Of Gamers.
Produk ini didesain berbasis Extreme Engine Digi+ yang menyeimbangkan kinerja dan daya untuk memperpanjang umur serta menghemat konsumsi energi. Motherboard ini juga sudah menggunakan semua teknologi terbaru mulai dari USB 3.0 dan juga SATA 3.0 yang memiliki jalur 6 Gb/s.
Seperti seri mewah lainnya, kemampuan overclock hadir cukup komplit dan beragam. Mulai dari ROG Connect yang bisa menyesuaikan overclock secara real-time dari sistem lain, RC Bluetooth untuk melakukan proses overclocking via Bluetooth, hingga adanya proteksi BIOS (berupa USB BIOS Flashback untuk mengembalikannya ke kondisi semula jika suatu saat terjadi masalah BIOS). Belum lagi adanya feature spesial lainnya seperti fungsi MemOK untuk memaksimalkan kinerja memori saat Anda melakukan upgrade.
Fungsi ini bisa diaktifkan dengan menekan tombol shortcut Go Button. Tombol ini juga bisa difungsikan untuk menampilkan profile overclock dari dalam sistem operasi Windows.
Selain tombol shortcut power, reset dan clear CMOS, ada lagi BIOS button. Dengannya, Anda bisa menampilkan konfigurasi BIOS yang sudah disimpan sebelumnya secara cepat. Di dekatnya terdapat LED yang menandakan aktivitas BIOS button ini. Juga terdapat Q Reset Button yang terletak dekat konektor power ATX 8-pin 12 volt. Gunanya untuk menstabilkan sistem saat proses booting.
Anda yang gemar mengutak-atik hardware sistem ini akan terpuaskan berkat kemudahan aneka feature tersebut.
***
Dengan feature selengkap ini, Anda pasti mengira harganya mahal. Tebakan ini tepat karena ASUS Maximus III Extreme menampilkan segala feature terkini dan terlengkap yang lazim ditemui pada motherboard kelas high-end. Di sini ASUS menegaskan segmen motherboard ini bagi extreme gamer maupun extreme overclocker. Dengan demikian, produk ini cocok untuk penggunaan kelas berat, bukan bagi pengguna rumahan biasa. (Dayu Akbar - Kontributor)
Hasil Pengujian

ASUS Maximus III Extreme
ASUS Maximus III Gene
SYSmark 2007 ver.1.05
152
152
SiSoft Sandra XII.SP1 (Dhrystone ALU)
60,15 GIPS
60,13 GIPS
Cinebench R10
10741 CB-CPU
10766 CB-CPU
Encoding Video
6 menit 56 detik
7 menit 0 detik
Encoding Audio
1 menit 40 detik
1 menit 40 detik
PCMark Vantage ver.1.0.1.0
5057 PCMarks
5132 PCMarks
3DMark Vantage ver.1.0.1
P9702
P9742
STALKER Clear Sky Bench. (avg)
69,97 fps
71,06 fps
Base Clock Maksimum
205 MHz
205 MHz
Platform Uji: Intel Core i5-750 2,66GHz (133,33 x 20), Kingston DDR3-1066 1GBx2, Asus Radeon HD 4870 512MB GDDR5, Seagate 7200.11 320GB SATA2, Sistem Operasi Windows Vista SP2 32bit
Spesifikasi ASUS Maximus III Extreme
Tipe prosesor 
Intel Core i3/i5/i7/Pentium G6xxx (Socket LGA1156)
Chipset
Intel P55 Express
Memori
4 DDR3-1066/1333/1600/1800(oc)/2000(oc)/2133(oc)/2200(oc) kanal ganda maks. 16 GB
Kartu grafis
5x PCI Express x16 (x16, x16, x8, x8, x8)
Slot ekspansi
1x PCI
Storage
7x SATA 2.0, 1x eSATA 2.0, 2x SATA 3.0
RAID (Intel P55/ Jmicron 363/Marvell)
SATA RAID 0, 1, 5, 10 /-/-
Chip suara
VIA VT2020 (8 kanal)
Chip jaringan
Realtek RTL 8112L (gigabit)
I/O
1 x PS/2 Keyboard
8 x USB (2 x USB3.0, 6 x USB2.0)
1 x Clear CMOS
1 x Optical SPDIF Output
1 x eSATA
1 x FireWire
1 x LAN
1 x RC Bluetooth switch (terpisah)
1 x ROG Connect switch
1 x ROG Connect port (USB)
1 x 6 in 1 audio
Garansi
2 tahun
Situs Web
Harga kisaran*
US$473
*Astrindo Senayasa, (021) 612-1330
*Minggu pertama April 2010




Slot grafis melimpah

Dukungan multi-kartu grafis mencakup modus 2-way dan 3-way SLI hingga dual dan quad-CrossFireX.





Banyak tombol shortcut

Selain tombol reset, power dan clear CMOS yang sudah lazim, tersedia pula tombol Go Button, BIOS Button serta Q Reset Button yang terletak pada area yang berbeda.





Panel belakang

RC Bluetooth switch tersedia dalam bentuk kartu ekspansi (tersedia pada bundel) sedangkan ROG Connect switch berguna untuk mengaktifkan ROG Connect port (berupa port USB).

Plus     : 5 slot PCI Express x16 dukung SLI/CF serta multi-monitor; feature ROG Connect, RC Bluetooth dan USB BIOS Flashback; feature overclock lengkap; USB 3.0 dan SATA 6.0Gb/s; banyak ada tombol shortcut serta LED indikator.
Minus : Mahal; hanya menggunakan sound card onboard.
Skor Penilaian:
Kinerja          : 3,93
Fasilitas       : 4,6
Kemudahan : 4,5
Harga           : 3
Skor Total    : 4,04

Gigabyte GA-P55A-UD7

Seri UD7 merupakan level tertinggi berbasis chipset Intel P55 yang dihadirkan Gigabyte. Tidak mengherankan jika seri GA-P55A-UD7 yang kami uji ini menampilkan komponen serta dukungan teknologi terkini. Di antaranya ketersediaan 4 slot kartu grafis, dukungan memori hingga clock 2600 MHz, koneksi storage melimpah serta digunakannya model pendingin tambahan. Agar tangguh dalam menangani urusan overclock, pada area soket disertakan 24-phase power.
Gigabyte memprioritaskan pendinginan bagi chipset NF200 dan bukannya bagi chipset Intel P55. Fungsi chipset nVidia nForce200 sendiri adalah untuk membantu menambah bandwith pada slot PCI Express x16 kedua. Berbeda dengan chipset Intel yang hanya mendukung bandwith x8 pada slot grafis kedua, chipset nForce 200  mendukung bandwith x16 pada slot kedua. Hal berlaku baik pada opsi CrossFireX atau SLI. Karena itulah, Gigabyte mengutamakan pendinginan bagi chipset NForce 200, dan bukannya bagi chipset Intel P55.
Solusi pendingin pada chipset NForce 200 dilengkapi waterblock. Waterblock sangat berguna jika pengguna ingin menggunakan pendingin berbasis cairan. Namun karena solusi ini lebih merepotkan dan mahal, diberikanlah alternatif berupa silent-pipe yang turut disertakan dalam paketnya. Anda tinggal mencabut waterblock dan menggantinya dengan silent-pipe tersebut.
Namun dengan banyaknya slot ekspansi yang juga menyertakan 1 PCIe x1, keberadaan pendingin ini mungkin tampak sia-sia. Pasalnya, Anda tidak akan bisa menggunakannya karena terhalang waterblock atau silent-pipe jika terpasang. Jika saja Gigabyte meniadakan slot PCIe x1 ini, siapa hal ini akan bisa menurunkan harganya sekaligus membuat ruangan dalam mobo menjadi lebih lapang.
Pada seri kali ini, akhirnya Gigabyte menyertakan tombol shortcut untuk fungsi power, reset, dan clear CMOS. selain debug LED. Meskipun fungsi ini bukan merupakan hal baru dan telah banyak diadopsi merek lain, kami jarang mendapati keberadaan fungsi ini pada motherboard Gigabyte. Tersedia pula dukungan koneksi terkini yaitu USB 3.0 dan SATA 3.0. 
***
Dengan terfokus pada penyediaan pendingin model waterblock dan heat-pipe di area chipset NForce200, Gigabyte memang lebih mengutamakan kenyamanan untuk penggunaan kartu grafis ganda. Bagi Anda para overclocker serta gamer (yang membutuhkan kinerja tinggi namun tetap mewaspadai suhu), Gigabyte GA-P55A-UD7 layak dipilih. Apalagi produk ini didukung komponen terkini seperti USB 3.0 dan SATA 3.0 sehingga menjadi nilai lebih yang cukup menarik. (Dayu Akbar - Kontributor)
Hasil Pengujian

Gigabyte GA-P55A-UD7
ASUS Maximus III Gene
SYSmark 2007 ver.1.05
164
152
SiSoft Sandra XII.SP1 (Dhrystone ALU)
59,80 GIPS
60,13 GIPS
Cinebench R10
10691 CB-CPU
10766 CB-CPU
Encoding Video
7 menit 3 detik
7 menit 0 detik
Encoding Audio
1 menit 41 detik
1 menit 40 detik
PCMark Vantage ver.1.0.1.0
5076 PCMarks
5132 PCMarks
3DMark Vantage ver.1.0.1
P9667
P9742
STALKER Clear Sky Bench. (avg)
70,19 fps
71,06 fps
Base Clock Maksimum
175 MHz
205 MHz
Platform Uji:Intel Core i5-750 2,66GHz (133,33 x 20), Kingston DDR3-1066 1GBx2, Asus Radeon HD 4870 512MB GDDR5, Seagate 7200.11 320GB SATA2, Sistem Operasi Windows Vista SP2 32bit
Spesifikasi Gigabyte GA-P55A-UD7
Tipe prosesor 
Intel Core i3/i5/i7/Pentium G6xxx (Socket LGA1156)
Chipset
Intel P55 Express
Memori
4 DDR3-800/1066/1333/1600/2200(oc)/2600+(oc) kanal ganda maks. 16 GB
Kartu grafis
4x PCI Express x16 (x16, x16, x8, x8)
Slot ekspansi
1x PCIe x1, 2x PCI
Storage
8x SATA 2.0, 2x eSATA 2.0, 2x SATA 3.0
RAID (Intel P55/Marvell 9128/Gigabyte SATA2/JMB362)
SATA RAID 0, 1, 5, 10 /0, 1/0, 1, JBOD/0,1, JBOD
Chip suara
Realtek ALC889 (8 kanal)
Chip jaringan
Realtek RTL8111D (dual gigabit)
I/O
1 x PS/2 keyboard
1 x Optical SPDIF Output
1 x Coaxial SPDIF Output
2 x FireWire
8 x USB (2 x USB3.0, 6 x USB2.0)
2 x eSATA
2 x LAN
1 x 6 in 1 audio
Garansi
2 tahun
Situs Web
Harga kisaran*
US$390
*Misuco Elektronik, (021) 629-3040/601-8218
*Minggu pertama April 2010



Bandwith
x16 dan x8

Slot pertama dan ketiga dari PCI Express x16 memiliki bandwidth penuh, sedangkan dua slot dengan bandwith x8 ditandai dengan klip penjepit VGA berwarna putih.



Waterblock
terintegrasi

Gigabyte merasa perlu menggunakan waterblock cooling yang bisa dibongkar pasang. Pendingin ini ditempatkan pada chipset tambahan yaitu nForce200 dan bukannya pada chipset Intel P55.




Silent-Pipe
tambahan

Waterblock bisa dilepas jika Anda tidak ingin menggunakannya dan bisa diganti dengan pendingin model silent-pipe yang bisa dipasang di area chipset nVidia nForce200.



Plus     :
Dukung CrossFireX dan SLI; pendingin model waterblock dan silent-pipe; desain 24-phase power VRM; ada USB 3.0 dan SATA 3.0, koneksi storage melimpah.
Minus : Slot PCIe x1 mubazir dan terlalu rapat; pendingin silent-pipe mengganggu HSF prosesor berukuran besar.
Skor Penilaian
Kinerja          : 3,84
Fasilitas        : 4,5
Kemudahan  : 4,5
Harga            : 3,25
Skor Total     : 4,02

Pioneer BDR-S05XLB

Mirip seperti evolusi yang terjadi pada media CD-RW dan DVD-RW, saat ini BD-RW sampai pada tahap kemampuan kecepatan baca maupun tulis yang sedikit demi sedikit mengalami peningkatan.
Pioneer BDR-S05XLB mengunggulkan kecepatan tulis pada keping BD-R maksimal hingga 12x. Meski kecepatan ini harus didukung oleh keping BD yang memadai, spesifikasi yang ditawarkan membuatnya aman untuk beberapa tahun ke depan.
Perangkat optis ini bisa membaca dan menulis mulai dari CD hingga BD (Bluray Disc). Selain unggul pada kecepatan tulis 12x di keping BD-R/DL, spesifikasi lain yang ditawarkannya cukup mumpuni.
Sekadar informasi, nama Blu-ray berasal dari teknologinya yang menggunakan laser biru-violet dalam membaca dan menulis data. Salah satu keunggulan dari penggunaan laser biru-violet yaitu mampu membaca dan menulis beberapa format kepingan yaitu BD, DVD dan CD.
Selain itu panjang gelombang laser biru-violet yang lebih pendek dibanding laser merah membuat sensor penyinaran lebih fokus sehingga menghasilkan tingkat presisi yang lebih baik (dengan daya tampung data yang lebih besar). Itu sebabnya keping pada teknologi Blu-ray mampu menampung data hingga 25 GB sampai 50 GB walau ukurannya sama dengan keping DVD. Sebagai perbandingan, data transfer rate pada BD yaitu 36 MBps sedangkan DVD hanya 11,08 MBps.
Pioneer seri ini tampil cukup ngebut, hal ini terlihat saat kami menguji menggunakan keping BD-R berkecepatan 4x, Nero mampu menampilkan kecepatan pada keping tersebut hingga 10x. Berarti Pioneer mampu melakukan over-spec (menulis diatas spesifikasi keping) selama tidak melebihi kecepatan maksimal yang dimilikinya. Hasil bakarannya pun bisa dibaca dengan baik yang terlihat pada grafik yang berjalan stabil menggunakan aplikasi uji. Begitu pula pada media lain yang diwakili keping DVD-R dan DVD+R DL berjalan mulus.
Khusus untuk keping CD, saat menjalankan aplikasi benchmark Nero DiscSpeed, grafik kecepatan terlihat mengalami penurunan pada bagian akhir. Oleh karena itu disarankan untuk menulis data jangan terlalu penuh, dan sisakan sedikit kapasitas yang ada agar bagian luar CD tidak mengalami kesulitan saat dibaca.
***
Pioneer BDR-S05XLB tampil terdepan dengan kecepatan baca dan tulis yang tinggi disertai dengan hasil yang baik. Hal ini membuatnya cukup aman untuk kedepannya mengingat kecepatan yang dimilikinya mampu menangani media Bluray baik data maupun video. Selain itu sebagai media tulis kecepatan maksimal yang dilakoninya tidak berimbas jelek pada kualitas data yang telah ditulis. Kemampuannya yang mumpuni ini memang masih harus ditebus dengan harga yang lumayan tinggi. Meski memang rata-rata kisaran harga perangkat BD-RW berada diposisi tersebut.
(Dayu Akbar - Kontributor/InfoKomputer)

Hasil uji kecepatan tulis (Nero versi 8.3.2.1):
Kepingan Kecepatan Waktu
CD-R (697 MB) 40x 3 menit 26 detik
DVD-R (4,37 GB) 16x 5 menit 56 detik
DVD+R DL
(7,2 GB)
8x 16 menit 0 detik
BD-R 10x 19 menit 59 detik

Hasil uji kemampuan baca (Nero DiscSpeed 4):
Kepingan Average Start End
CD-R (697 MB) 30,82x 18,61x 41,04x
DVD-R (4,37 GB) 5,86x 3,32x 7,80x
DVD+R DL
(7,2 GB)
11,71x 6,64x 15,44x
BD-R 9,07x 5,29x 12,03x

Spesifikasi Pioneer BDR-S05XLB
Interface SATA
Kecepatan tulis
  • BD-R/RE 
  • BD-R DL/RE
  • DL -DVD-R/+R
  • DVD-RW/+RW
  • DVD-R/+R
  • DL-DVD-RAM
  • CD-RCD-RW
  • Max.12x/12x
  • Max.2x/2x
  • Max.16x/16x
  • Max.6x/8x
  • Max.8x/8x
  • Max.5x
  • Max.40x
  • Max.24x
Kecepatan baca
  • BD-ROM
  • DVD-ROM 
  • DVD-RAM 
  • CD-ROM

  • Max.8x
  • Max. 16x
  • Max. 5x
  • Max. 40x
Buffer Size 4 Megabyte
Sistem Operasi Windows XP/Vista/7
Posisi Horisontal/Vertikal
Dimensi 14,8 x 4,23 x 18 cm
Bobot 820 gram
Garansi 1 tahun
Situs Web http://www.pioneer-dvdasia.com
Harga kisaran* US$ 385
*WPG, (021) 6030-0303
*Minggu pertama April 2010

Update firmware
Saat kami terima, Pioneer masih menggunakan firware versi 1.03. Melihat situs resmi yang sudah menghadirkan versi 1.04, maka kami berinisiatif mengupgrade-nya untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik dan stabil.

Kemampuan baca CD
Melihat grafik benchmark Nero DiscSpeed, bagian akhir dari keping CD memang sedikit mengalami penurunan kecepatan, meski secara keseluruhan tidak terlalu berimbas karena mampu berjalan dengan mulus.

Kemampuan baca BD-R
Kemampuan baca keping BD-R berjalan mulus dan bekerja sesuai dengan spesifikasi yang diklaim hingga maksimal 8x.

Plus
: Kecepatan tinggi; kemampuan baca dan tulis bagus; dukungan segala format CD/DVD/BD.
Minus
: Masih mahal.
Skor Penilaian
Kinerja 4,34
Fasilitas 4,2
Penggunaan 4
Harga 3,25
Skor Total 4,02