Tampilkan postingan dengan label LINUX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LINUX. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2011

Remastering Ubuntu 10.10 dengan remastersys

Remaster atau Membuat distro dari turunan distro besar yang sudah mapan. Biasanya distro tersebut banyak dipakai sebagai basis atau rujukan pembuatan distro. Turunan disini bukan diartikan sebagai memodifikasi distro induk yang sudah ada lalu memberinya nama baru begitu saja , namun bisa juga diartikan mengambil sebagian teknologi yang ada pada Distro induk. Penggunaan istilah remaster pada linux sendiri mulai dipopulerkan oleh Klaus Knopper sang pencipta Distro Linux LiveCD Knoppix yang mana Knoppix sendiri merupakan hasil remaster dari Debian. Dalam bidang software remastering dapat diartikan sebagai sebuah proses pembungkusan ulang paket aplikasi pada sistem operasi dimana kita bisa menambah bahkan bisa juga mengurangi paket aplikasi yang disertakan. Bisa dikatakan bahwa remastering merupakan proses pembuatan sistem operasi baru dengan paket aplikasi yang berbeda dari sistem aslinya (default). Dengan remastering memungkinkan kita untuk menambah atau mengurangi paket aplikasi di sistem operasi yang ada dengan paket aplikasi yang baru.
Remastersys merupakan tools yang terinspirasi dari fungsi mklive script pada distro Mandriva yang dapat digunakan untuk membackup sistem ada dua hal menarik yang dapat dilakukan remastersys pada distro linux debian based.
  1. Membuat full sistem backup termasuk personal data ke live cd/dvd yang dapat di gunakan di manapun dan dapat di instal (mirip ghost pada windows)
  2. Dapat digunakan untuk membuat salinan dari sistem anda untuk di bagikan ke teman-teman. Tapi tanpa ada data dari user sebelumnya.

Tahap-tahap Meremaster Ubuntu 10.10 dengan remastersys

Instalasi Ubuntu 10.10, seperti biasa

Pada bagian ini yang dibutuhkan adalah media instalasi dari Ubuntu 10.10 Media yang digunakan adalah berupa CD (Compact Disc) installasi. Berikut dibawah ini adalah langkah-langkah untuk proses installasi sistem operasi Ubuntu 10.10 secara sing
kat. untuk proses penginstallan ubuntu tidak akan dijelaskan secara detail disini karena berada diluar pembahasan.
  1. Urutan booting di BIOS (Basic Input/Output System) harus diubah dengan menjadikan CD-ROM sebagai urutan pertama.
  2. CD installasi Ubuntu 10.10 yang pertama dimasukkan ke CD-ROM. Setelah booting, untuk menghemat waktu pilih Install ubuntu
  3. Ikuti langkah-langkah yang di anjurkan oleh system, untuk ukuran partisi harddisk, siapkan ruang yang cukup untuk menampung data hasil proses remaster dan proses remaster
  4. Setelah proses installasi selesai maka computer akan reboot dan masuk ke system desktop.

Konfigurasi dan Persiapan paket installasi

Sebelum mengubah system dan menambahkan serta megurangi paket ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Untuk melakukan penginstallan software penulis menggunakan repository yang didapatkan secara online, sebenarnya bisa juga menggunakan media DVD yang berisi repository ubuntu, namun penulis lebih memilih menggunduh secara online karena software nya biasanya lebih terbarui dibandingkan menggunakan media offline (dvd). Untuk memperlancar dan mempercepat proses pengunduhan penulis mengubah letak repository standar ke repository local dalam hal ini berada di indonesia. Berikut dibawah ini adalah langkah-langkah yang penulis lakukan untuk merubah repository : Melalui terminal :
  1. Menjalankan perintah : sudo gedit /etc/apt/sources.list
  1. Masukkan password root, password yang di isikan pada saat installasi pertama
  2. Menghapus seluruh baris pada file tersebut dan mengganti dengan baris-baris pada
server repository lokal.
#Repository_di_FOSS-ID (telkom) untuk ubuntu maverick
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-backports main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-proposed main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-security main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick-updates main restricted universe multiverse
deb http://dl2.foss-id.web.id/ubuntu maverick main restricted universe multiverse















  1. Melalui terminal, masukkan perintah berikut:
sudo apt-get update
melalui perintah disamping secara otomatis system akan mengecek file-file repository proses ini akan memakan waktu beberapa menit, tunggu sampai proses ini selesai, Installasi perangkat lunak pendukung utama
Remastersys sebenarnya adalah utilitas yang digunakan untuk melakukan fungsi back-up sistem menjadi sebuah Live-CD/DVD. Aplikasi ini secara default tidak terdapat pada paket repository resmi ubuntu. Untuk itu sebelum menginstall nya terlebih dahulu harus menambahkan daftar repository. Melalui terminal masukan perintah sebagai berikut
sudo gedit /etc/apt/sources.list
tambahkan perintah ini pada baris paling bawah
# Remastersys (untuk ubuntu 9.10 dan diatasnya termasuk 10.10)
deb http://www.geekconnection.org/remastersy… karmic/
dilanjutkan dengan perintah
sudo apt-get install remastersys

Konfigurasi sistem sesuai keinginan anda

Setelah menyelesaikan semua perubahan di desktop dengan themes dan segala atributnya, saatnya membuat perubahan itu permanen dan dapat dilihat juga pada Live CD yang nanti dijalankan maupun ketika sudah di install. Langkah yang pertama harus dilakukan adalah mengcopykan semua themes yang berada di folder user (home) ke folder sistem berbagi (/usr/share/ untuk itu anda bisa melakukan hal sebagai berikut, cara ini merupakan cara alternatif yang penulis dapatkan (cara lain mungkin bisa anda coba dengan tujuan yang sama ) :
  • Memindahkan semua file yang akan dijadikan background ke /usr/share/backgrounds
  • Memindahkan semua file icon yang akan dijadikan themes ke /usr/share/icons
  • Memindahkan semua themes ke /usr/share/themes
  • Memindahkan semua icons dan cursors ke /usr/share/icons

Mungkin bagi yang sudah mahir dapat mengunakn CLI (shell) dengan perintah cp,dkk. Tapi disini saya akan memberikan contoh menggunakan Nautilus Explorer untuk manyalin semua file tersebut.
  1. Buka home folder anda dan tekan Ctrl+H
jika benar akan dijumpai sekumpulan folder yang tiba-tiba muncul dengan titik di setiap depan namanya
2. Dalam keadaan Home folder masih terbuka, tekan Alt+F2 ketikan gksu nautilus masukan password root.
Sebuah jendela Nautilus akan muncul dengan akses sebagai root yang dapat memodifikasi file sistem browse ke folder /usr/share/ /usr/share/backgrounds —-> copykan wallpaper yang akan dijadikan background /usr/share/icons —-> copykan icon yang digunakan pada desktop /usr/share/themes —-> copykan theme yang digunakan pada desktop untuk mudahnya copykan semua file yang ada di direkoti home .themes anda ke /usr/share/themes dan jika icons yang digunakan terinstall di home folder copykan semua isi di folder .icons ke /usr/share/icons untuk yang telah memiliki pengalaman dalam moding dapat juga merubah sound login dan atribut lainnya yang diinginkan.
Langkah terakhir yang dilakukan adalah mengcopykan settingan Desktop yang telah kita modifikasi ke folder sistem yaitu /etc/skel folder /etc/skel adalah tempat meletakkan file atau folder yang nantinya oleh sistem akan di copykan kesemua home folder user yang dibuat oleh sistem kecuali akun root.
Dengan mengnyalin folder-folder yang berisi settingan desktop yang kita moding ke folder /etc/skel , nantinya ketika sistem membuat user baru secara otomatis akan memiliki tampilan (settingan) sesuai dengan apa yang kita setting pada desktop kita. Menjalankan perintah berikut secara berurut pada terminal ada empat buah folder penting yang menyimpan settingan yang tadi kita buat yang harus di copy kan ke folder /etc/skel yaitu
.config
.gconf
.gconfd

Bootloader (ISO Linux)

Sebelumnya perlu diketahui perubahan ini dilakukan untuk bootloader pada LiveCD GNU/Linux, bukan untuk system yang terinstall keharddisk. Bootloader adalah tampilan yang akan menampilkan pilihan boot sekaligus meload system operasi dari disk. Untuk merubah tampilan dapat dilakukan dengan membuat sebuah gambar dengan format png 640×468 menggunakan GIMP atau software picture editing lainnya beri nama splash.png
Kemudian copykan ke folder /etc/remastersys/isolinux

Memberikan nama pada distribusi baru

Salah satu hal penting yang perlu kita lakukan adalah memberikan identitas baru pada distro kita salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengedit file yang mengatur hal tersebut ada tiga file yang dapat di edit tanpa khawatir akan membuat sistem error.
/etc/lsb_release /etc/issue /etc/issue.net
Edit isi file tersebut dan berikan nama sesuai dengan keinginan anda, misalnya saya disini memberi nama distribusi baru saya GNU/Linux (untuk file lsb_release)
DISTRIB_ID=GNU/Linux DISTRIB_RELEASE=1.04 DISTRIB_CODENAME=kucing DISTRIB_DESCRIPTION=”GNU/Linux 1.04″
untuk file issue dan issue.net saya mengganti Ubuntu 10.10 dengan GNU/Linux 1.04 Untuk melihat perubahan nama dari distribusi yang anda berikan update grub
sudo update-grub

lalu restart komputer anda, maka akan terlihat di list grub system operasi yang berubah menjadi GNU/Linux, with Linux 2.6.32-22-generic GNU/Linux, with Linux 2.6.32-22-generic (recovery mode)
Perubahan ini juga bisa dilihat di system monitor (task manager ubuntu) atau mengetikan perintah dibawah ini diterminal
lsb_release -a

Jika anda yang menggunakan Ubuntu Tweak maka computer details maka akan terlihat bahwa komputer anda menggunakan distribusi baru disini GNU/Linux
Ada beberapa hal yang perlu diketahui dalam perubahan nama ini:
  • Untuk penggunaan Software-center akan mengalami error karena membaca bahwa sistem operasi bukan ubuntu
  • Pada penggunaan Burg gambar ubuntu pada list sistem operasi yang semula ubuntu maka akan berubaha menjadi tanda tanya hal ini dikarenakan burg membaca bahwa sistem operasi tidak di kenali dan merupakan Distribusi Linux baru, untuk hal ini bisa di siasati dengan mengedit file di /boot/burg/themes/icons yang memiliki nama grey , hover, large, small lalu menyiapkan 4 file yang akan dijadikan icon berupa file PNG dengan ukuran dan jumlah warna yang berbeda.

Persiapan akhir

Sebelum memulai proses remaster, pastikan untuk menghapus setiap file temporary yang tidak lagi diperlukan, untuk memperkecil ukuran image dan agar proses load image nantinya cepat. Cara yang penulis lakukan adalah menjalankan perintah di bawah ini :
# sudo apt-get clean # sudop rm -rf /tmp/*

Menjalankan remastersys

Remastersys dapat dioperasikan dengan dua cara yaitu mode teks menggunakan perintah shell maupun modus grafis melalui menu administrasi.tah dibawah in Untuk merubah nama file iso yang akan kita buat menggunakan remastersys terlebih dahulu edit file konfigurasi remastersys dengan mengetikan perintah ini
sudo gedit /etc/remastersys.conf

Melalui file konfigurasi penulis dapat juga merubah nama file iso yang akan dibuat, folder kerja dan metode yang akan digunakan untuk boot, tetapi untuk mudahnya jalankan saja remastersys-gui disitu juga sudah disediakan opsi untuk mengedit hal-hal tersebut, Selanjutnya untuk menjalankan proses remaster penulis menggunakan perintah dibawah ini
sudo remastersys dist
atau jalankan melalui mode GUI nya
System>Administration>Remastersys Backup pilih opsi Dist
Proses pembuatan image ini sendiri memakan waktu cukup lama, dan memakan ruang kosong yang besar. Image dari hasil proses ini secara default berada pada folder /home/remastersys, ukuran image yang dihasilkan bervariasi tergantung berapa banyak paket yang kita install ke system. Format dari image sendiri adalah ISO, yang dapat di burn menggunakan program seperti Nero Burning Room atau Brasero aplikasi burner bawaan Ubuntu yang mudah dalam pengoperasiannya Proses ini akan memakan ruang harddisk yang sangat besar hingga jika kita selesai dan memburning image ke disc dapat menghapus file image dan temporary yang dibuat dengan mengetikan perintah dibawah ini pada terminal
sudo remastersys clean
Jangan menjalankan perintah sebelum memindahkan image ISO hasil yang anda buat , karena perintah diatas akan menghapus semua hasil kerja anda dengan remastersys Ada baiknya sebelum memburning image ke cd atau dvd mencoba dulu di virtual machine bisa menggunaka VirtualBox,VMware atau KVM sesuai selera.
.gnome2
Dengan menggunakan nautilus Explorer copykan empat folder tersebut ke /etc/skel
Bila sudah selesai menyalin (copy) semua file-file yang dibutuhkan, tutup jendela nautilus dengan akses root, karena akan sangat berbahaya berkerja dengan akses root. Bila tidak sengaja menghapus ataupun memodifikasi file sistem.

Hasil Instalasi file Iso yang telah dibuat :

Jumat, 15 Juli 2011

Remastering Ubuntu dengan Reconstruktor

Perlu temen-temen ketahui ada dua tools dalam ubuntu yang dipergunakan untuk meremaster ubuntu yaitu Reconstructor dan UCK

Disini saya akan mencoba dengan menggunakan Reconstructor karena mudah digunakan dan berbasis grafis (meskipun dengan command line juga bisa) sehingga lebih cocok untuk pengguna pemula seperti saya. Namun demikian, ada juga kekurangannya, hingga versi terakhir Reconstructor 2.9 yang kami gunakan ini, belum mendukung sepenuhnya Ubuntu 10.04 LTS dan Ubuntu 10.10.

Sebagai catatan, ketika meremaster Ubuntu 10.10 dengan reconstructor 2.9, kita tidak akan dapat mengubah theme Plymouth, GDM, penyesuaian user dan beberapa fungsi lain, sehingga kita cukup mengabaikan opsi-opsi tersebut.

Remaster yang kami lakukan adalah untuk mengubah total tampilan Ubuntu 10.10 menjadi seperti penampilan MacOS X, sehingga kami menambahkan beberapa theme, icon, fonts, background MacOs X dan AWN sebagai dock. Kami juga menambahkan instalasi Ubuntu Tweak untuk mengoptimalkan pengaturan Ubuntu.

Jika berminat mengikuti tutorial ini, yang perlu Anda persiapkan adalah ruang hardisk yang cukup (minimal 3 GB, lebih besar lebih baik), instalasi Reconstructor 2.9 yang dapat di-download disini, file iso Ubuntu 10.10 versi desktop, paket AWN lengkap dengan dependensinya dan Ubuntu Tweak jika diperlukan, lalu ikutilah panduan dibawah ini.
Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1.Jalankan Reconstructor dari Aplications-->System Tools-->Reconstructor...

2. Klik tombol "Next" untuk melanjutkan...












3. Pilih opsi "Desktop (LiveCD)" lalu klik tombol "Next"...












4. Pada langkah ini, centang semua opsi yang tersedia lalu masukkan lokasi tempat penyimpanan file iso Ubuntu 10.10 versi desktop, klik "Next" untuk melanjutkan. Ini akan memerlukan beberapa waktu untuk proses extract file iso kedalam folder kerja Reconstructor...











<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE 5. Pada halaman "Customization" tab "Boot Screen" abaikan tab ini karena kita tak dapat menerapkan perubahan….

6 Pada tab "Gnome" kita dapat memasukkan wallpaper, theme dan juga icon yang ingin digunakan. Karena kita akan menggunakan mode grafis untuk melakukan perubahan, abaikan saja langkah ini lalu klik tombol "ChrootX" di bagian bawah untuk langsung menjalankan desktop remaster...













7.
Centang opsi yang diminta lalu klik tombol "GNOME"..











8. Pilih resolusi yang paling aman, dalam contoh ini kami memilih resolusi "800x600"...
9. Desktop remaster telah berhasil djalankan pada jendela Xerphyr...















10. Beralih dari desktop remaster ke desktop kerja, jalankan nautilus sebagai root melalui terminal lalu ketik "sudo nautilus" .copy paste paket awn,theme dan semua kebutuhan yang kita ingin tambahkan di remaster ke "home/nama user anda/reconstruktor/root/home". pada contoh ini saya menyimpan semua ke paket kedalam folder AWN

11. Kembali ke desktop remaster, disini saya akan menghapus beberapa paket bahasa internasionalisasi dan game agar remaster dapat dipaketkan kedalam cd.

12. Menginstal paket yang saya folderkan tadi (awn) dengan jalankan terminal "cd/home/awn" (sesuaikan dengan tempat anda mnyimpan folder tadi) lalu ketikan "dpkg --install.*deb lalu tekan enter untuk menjalankan penginstalan aplikasi.

13.Setelah instalasi berakhir atau selesai sekarang saatnya menginstal theme,font,background,dll untuk menyempurnakan tmpilan mac kita.
dengan cara klik background pada layar kerja setelah itu pilih set background disana kita dapat mngubah semuanya dengan klik kata install.

14. setelah semuanya selesai dioprek atau dirombak, saatnya mengakhiri perjalanan yang panjang,,
eehehee,, : )
pada jendela kerja klik "apply" untuk menerapkan perubahan lalu klik "next"...
pada jendela "select component to build" centang semua opsi kecuali opsi " remove W32 version" lalu masukan nama file iso yang dibuat dalam kolom "filename" dan masukan nama cd distribusi di kolom "Description" klik tombol "next" . Proses remaster dan pembuatan iso akan membutuhkan waktu lama, silahkan temen0temen bisa membuat secangkir teh yang hangat! aahahaa... : ) (qding brad)

15. Proses remaster pun selesai dan klik tombol "finish" untuk mengakhiri.

SELAMAT MENCOBA 

sumber: Fuza

Sabtu, 04 September 2010

Aurora Sistem Operasi Linux Untuk Netbook Dulunya Bernama EeeBuntu

Pemilik Eee PC yang telah menggunakan  Linux untuk netbook mereka mungkin telah mendengar EeeBuntu Linux sebelumnya, yang merupakan salah satu distro linux yang populer untuk netbook. Awalnya eeebuntu berbasis pada Ubuntu Linux, tapi telah beralih menggunakan Debian Linux sebagai basis (meskipun Ubuntu juga berbasis Debian).

Perubahan terbesar baru-baru ini adalah bahwa pembuat EeeBuntu telah mengubah nama distro untuk Aurora,  terutama karena tidak lagi didasarkan pada Ubuntu. Versi pertama dari Aurora akan diluncurkan dengan desktop open source GNOME, bersama dengan Firefox sebagai browser web default. Perangkat lunak lain termasuk adalah Thunderbird untuk email, Pidgin untuk instant messaging, OpenfOffice.org, dan bercicit. Aurora tersedia sebagai download gratis di : http://www.auroraos.org/
(sumber)

Linux Ubuntu akan Mendukung MultiTouch

Pendiri Ubuntu atau pemiliki perusahaan Canonical, perusahaan di balik Linux Ubuntu yaitu Mark Shuttleworth pada hari Senin kemarin mengatakan melalui blog-nya bahwa versi Ubuntu Linux yang pertama dengan dukungan untuk multi-touch input akan keluar pada tanggal 10 Oktober 2010 nanti.

Perangkat lunak ini akan dikembangkan pada tablet Dell XT2 , tetapi dengan tanggal peluncuran, software baru ini juga akan bekerja dengan komputer dan perangkat lain, termasuk Apple’s Magic Trackpad. Tim pengemban telah menulis apa yang Shuttleworth sebut sebagai bahasa sentuhan, yang memungkinkan untuk gerakan dasar dihubungkan atau disusun menjadi “kalimat.”
Untuk keterangan lebih lanjut dan mendapatkan kode sumber sudah tersedia dalam posting resmi pengembang di link ini. Beberapa aplikasi dalam Ubuntu Meerkat Maverick 10.10  akan mendukung scrolling berbasis gesture/gerakan. manajemen Window  juga akan diaktifkan dalam Unity.
Setelah rilis, API akan dirilis untuk pengembang untuk dapat menggunakan layanan pengolahan gesture dan sentuh.

Aurora Sistem Operasi Linux Untuk Netbook Dulunya Bernama EeeBuntu

Pemilik Eee PC yang telah menggunakan  Linux untuk netbook mereka mungkin telah mendengar EeeBuntu Linux sebelumnya, yang merupakan salah satu distro linux yang populer untuk netbook. Awalnya eeebuntu berbasis pada Ubuntu Linux, tapi telah beralih menggunakan Debian Linux sebagai basis (meskipun Ubuntu juga berbasis Debian).

Perubahan terbesar baru-baru ini adalah bahwa pembuat EeeBuntu telah mengubah nama distro untuk Aurora,  terutama karena tidak lagi didasarkan pada Ubuntu. Versi pertama dari Aurora akan diluncurkan dengan desktop open source GNOME, bersama dengan Firefox sebagai browser web default. Perangkat lunak lain termasuk adalah Thunderbird untuk email, Pidgin untuk instant messaging, OpenfOffice.org, dan bercicit. Aurora tersedia sebagai download gratis di : http://www.auroraos.org/
(sumber)

Ubuntu Light & Ubuntu Unity Sebagai Ubuntu Edisi Netbook yang Ringan & Cepat

Canonical baru saja meluncurkan lingkungan desktop baru bernama Unity pada Ubuntu Developer Summit (UDS) di Belgia pada 10 Mei 2010 kemarin. Unity akan menjadi desktop standar untuk Ubuntu 10.10 edisi Netbook yang dirilis Oktober 2010 dan saat ini telah tersedia bagi pengembang saja.
Unity didesain untuk netbook dan perangkat sentuh. Desktop baru ini menawarkan panel baru dan launcher aplikasi yang membuat cepat dan mudah mengakses aplikasi, seperti browser dan menghilangkan bagian layar yang jarang digunakan untuk penggunaan mobile maupun di netbook.
Ubuntu Light ( klik utk perbesar )
Selain lingkungan desktop baru Unity, Canonical juga mengumumkan secara paralel Ubuntu Light yaitu implementasi Ubuntu berbasis pada Unity dan ditujukan pada pasar dual-boot “web-instan”. Versi Ubuntu ini menawarkan chat, IM, browser, aplikasi media player bagi pabrikan komputer yang ingin menawarkan pengalaman “web-instan” yang bisa melengkapi Windows pada pasar komputer konsumen. Jadi lebih jelasnya, Ubuntu Light merupakan varian Ubuntu baru untuk pasar netbook yang menggunakan lingkungan desktop UI Unity.
UI Unity ini memiliki dock (konsep mirip Mac OS) yang memudahkan kita menjalankan aplikasi. Anda bisa melihat tampilan lebih jelas pada gambar berikut:

Kehebatan Ubuntu Light yang utama adalah menawarkan fitur booting sampai bisa mengakses browser hanya kurang dari 10 detik, bahkan katanya hanya 7 detik saat diukur menggunakan Dell Mini 10v dengan solid state disk. Varian baru Ubuntu ini juga menawarkan media player dan alat untuk mengintegrasikan dengan Windows untuk mengakses file musik, foto, dll.  Jadi Ubuntu Light ini lebih ditujukan sebagai sistem operasi kedua atau pilihan dari yang standar.
Sumber: http://www.canonical.com/products/unity

Ayo Download Ubuntu Lucid Lynx (10.04)

Wah akhirnya Ubuntu baru yaitu Lucid Lynx sudah siap didownload neh. Versi ini merupakan versi LTS yang merupakan kependekan dari Long Time Support jadi Anda bisa mendapatkan 3 tahun dukungan teknis untuk Desktop dan 5 tahun untuk Server.
Apa yang baru di Ubuntu 10.04 ini?
1. Theme default baru: Ada dua pilihan yaitu Ambiance (Black) dan Radiance (White).
Ubuntu-Theme-Radiance
2. Waktu Booting Lebih Cepat: hanya kurang dari 10 detil di Dell Mini 10 (Netbook dengan prosesor 1.5 GHZ)
3. Gnome 2.30
4. MeMenu : Menu baru ini menggantikan menu untuk user aktif
5. Aplikasi-aplikasi baru:
  • Gwibber merupakan platform microblogging
  • PiTiVi, Video editing software
  • OpenOffice.Org 3.2
  • Ubuntu One Music Store untuk membeli musik online
  • Firefox 3.6
  • Simple Scan untuk scan
6. Linux Kernal 2.6.32 yang merupakan kernel linux yang mengalami banyak peningkatan kecepatan
Ayo download Ubuuntu Lucid Lynx sekarang juga di : http://www.ubuntu.com/getubuntu/download

Ubuntu 10.4 Punya Tampilan Look & Feel Baru

Ubuntu sebagai salah satu distro linux terpopular mulai mempermak diri dengan tampilan dan desain baru untuk memperkuat brandingnya. Dari logo, theme dan splash screen waktu booting semua dipermak.
Logo Ubuntu Baru
Berikut ini tampilan splash screen waktu booting:

Dan berikut ini tampilan GTK theme baru:
Tampilan Ubuntu GTK Theme Baru (klik utk perbesar)

Linux Mint 9 Isadora Terbaru

Tidak ada yang paling berjasa selain Clement Lefebvre yang telah mengumumkan versi utama berikutnya dari sistem operasi Linux Mint. Dijuluki Isadora, Linux Mint 9 tersedia mulai saat ini dan siap untuk di-download. Sistem operasi open source ini didistribusikan baik untuk arsitektur 32-bit dan 64-bit, seperti Live CD atau Live DVD (dengan Oracle’s Java 6, VLC media player, OpenOffice.org, F-Spot, Samba, wallpaper ekstra dan font Dejavu).
Keberadaan Linux Mint 9 (Isadora) sendiri didasarkan pada rilis terbaru dari sistem operasi Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx), dan ini didukung oleh kernel Linux 2.6.32.11 yang sama. Linux Mint 9 ini dilengkapi lebih dari 30.000 paket perangkat lunak repositori, backup/restore tool terbaru, Menu Mint yang telah diperbaiki, Windows installer, karya seni baru dan banyak perbaikan bagus lainnya.
Sistem operasi Linux Mint 9 ini memiliki installer yang telah dimodifikasi dan tampak mirip dengan fitur yang dimiliki sejawatnya Ubuntu 10.0. Sistem operasi ini melibatkan fitur terbaru yang terbilang bagus. Dan salah satu fitur yang tidak dijumpai pada OS Ubuntu populer, yaitu layar pembuka yang sangat membantu dan instruktif. Adanya aplikasi yang berguna dan perbaikan desktop, seperti Mozilla, Thunderbird 3 Pidgin atau Open in Terminal script untuk Nautilus juga hadir dalam rilis ini!
Linux Mint 9 (Isadora) ini dapat melakukan booting lebih cepat, dengan dukungan selama 3 tahun pada desktop dan 5 tahun pada server (LTS release). Dengan keberadaan banyak wallpaper yang bagus dan indah, beberapa GNOME themes yang bagus dan icon GNOME yang bersahaja, kiranya telah membuat sistem operasi ini akan terasa sedap dipandang mata.
Secara harfiah, Linux Mint akan tetap selalu menjadi sistem operasi yang elegan, mudah digunakan, up-to-date, 100% gratis dan sistem operasi Linux berbasis pada kepopuleran sistem operasi Ubuntu. Sistem operasi ini menawarkan dukungan komersial berbayar baik kepada perusahaan maupun individu. Selain ityu, juga tentunya adanya dukungan komunitas bebas yang tersedia dari forum dan channel IRC.