Rabu, 26 Januari 2011

Review Prolink PWH-2004

Ngebut Tak Harus Mahal
Ingin tersambung ke internet namun jaringan telepon belum sampai di tempat tinggal Anda? Ataukah ingin punya hotspot yang dapat dibawa ke mana-mana? PWH2004 adalah salah satu solusinya.


Modem 3G sudah menjadi peranti wajib untuk koneksi ke internet bagi pengguna laptop atau PC. Ini khususnya sangat berguna saat pengguna tidak menemukan hotspot Wi-Fi gratis atau koneksi internet kabel. Namun, apa jadinya jika perangkat tersebut digabungkan dengan wireless router? Jadilah hotspot yang dapat dibawa ke mana-mana dan menjadi pusat bagi-pakai koneksi internet. Hal inilah yang coba ditawarkan oleh Prolink lewat paket wireless router PWH2004 dan modem USB 3,75G PHS300. Jika ingin yang 3G, dapat dipilih PHS101. 
PWH2004 menggunakan standar wireless 802.11n (draft), yang berarti dalam praktik memiliki kecepatan transfer data nirkabel maksimal 100 Mbps. Sepasang antena berkekuatan 2 dBi memisahkan aliran paket masuk dan yang keluar sehingga meminimalkan terjadinya tabrakan paket data. Hal ini sekaligus mempercepat transfer data karena kedua alirannya berjalan secara bersamaan.
Sebuah port USB 2.0 yang berada di samping menjadi penghubung ke modem 3,5G atau 3,75G. Jika sedang tidak digunakan untuk koneksi ke internet, port ini dapat pula dihubungkan ke media simpan portabel semacam flashdisk atau harddisk portabel untuk berbagi-pakai berkas di jaringan lokal secara wireless. Tentu saja cara ini lebih praktis daripada harus memiliki perangkat NAS (dan menghubungkannya ke salah satu dari empat port kabel RJ45 LAN di bagian belakang badan PWH2004). Jika diinginkan pula, koneksi internet dapat dilakukan lewat modem kabel (ADSL), yaitu dengan menghubungkannya ke port RJ45 WAN. Tombol WPS (Wireless Protected Setup) membuat langkah melindungi koneksi wireless dan asosiasi ke hotspot menjadi aman dengan enkripsi WPA2.
Untuk memanajemen jaringan, PWH2004 memiliki beberapa fasilitas penting yang dapat diatur konfigurasinya lewat antarmuka web. Demilitarized Zone (DMZ) bermanfaat untuk mengizinkan akses secara langsung dari internet terhadap satu komputer dalam jaringan lokal yang biasanya menjalankan fungsi server publik seperto web server. Sementara itu, Virtual Server bermanfaat untuk mengarahkan request dari internet menggunakan alamat port tertentu menuju ke server dalam jaringan lokal yang sedang mendengarkan (listening) alamat port layanan tersebut.
Kami melihat adanya fasilitas penyaring alamat situs web (URL Filtering). Namun menurut kami, ini masih sederhana lantaran belum menyediakan pilihan whitelist (deny). Hal serupa kami temui pada fasilitas penyaring alamat fisik kartu jaringan komputer client (MAC Filtering). Kami menilai sistem whitelist lebih efektif daripada blacklist dalam hal penyaringan, karena alamat situs web berbahaya atau MAC address ilegal yang luput dari perhatian administrator akan diblokir dengan mudah. Selain itu, PWH2004 belum memiliki fasilitas MAC & IP Address Binding untuk mematahkan serangan MAC spoofing.
Memasuki tahap pengujian kecepatan transfer data nirkabel, kami menempatkan PWH2004 di ruang yang relatif bebas sekat dan radius sekitar 13 meter. Tool NetIQ Chariot yang terpasang pada laptop kami mencatat throughput maksimal pada angka 84,034 Mbps, minimal 28,219 Mbps, serta rerata 64,849 Mbps. Nilai ini cukup memuaskan untuk ukuran standar wireless draft N yang memiliki throughput maksimal 100 Mbps. Kami juga melihat nilai response time rata-rata cukup baik, yaitu 1,233 detik, jauh di bawah 5 detik. Artinya, PWH2004 cukup cepat dan responsif dalam melewatkan paket data.
Giliran firewall SPI kami uji dengan fasilitas Shield Up di situs web grc.com (Gibson Research Center) dan menempatkan PWH2004 sebagai gateway terdepan menggunakan alamat IP publik. Terlihat ada 2 port layanan dalam status terbuka (Open), yaitu port 23 dan 53. Sebagian besar port layanan memang berstatus tertutup (Closed), walaupun tidak tersembunyi (Stealth). Berdasarkan hasil ini, kami menyarankan setiap komputer client mengaktifkan firewall sistem operasi (misalnya Windows Firewall) atau menggunakan pengembang pihak ketiga.
***
ProLink PWH2004 adalah solusi koneksi dan bagi-pakai internet sekaligus bagi-pakai data yang praktis dan murah. Kecepatan transfer data wireless membuatnya mampu menangani aplikasi maupun data multimedia. Firewall SPI sebaiknya ditunjang dengan pengaktifan firewall sistem operasi di komputer client. (Vincent Bayu Tapa Brata)

Spesifikasi Prolink PWH-2004
Standar
802.11b/g/n (draft).
Port
1x USB 2.0, 1x RJ45 ethernet WAN internet (lewat modem ADSL), 4x RJ45 ethernet LAN.
Kecepatan transfer data
- 10/100 Mbps lewat kabel.
- 100 Mbps nirkabel.
Feature
- Konektivitas internet 3G & 3,75G.
- File server & FTP server.
- DMZ (demilitarized zone).
- Virtual Server/Port Forwarding.
- URL Filtering.
- WPS (Wireless Protected Setup).
Dimensi
18 x 11,6 x 4,1 cm.
Bobot
233,4 gram.
Kelengkapan
CD manual, kabel RJ45 LAN, adaptor power 12 Volt/1 Ampere.
Garansi
-
Kisaran harga
Rp900.000.
Situs web
 Kontak:  Prolink Indonesia, telepon (021)6283205, 70312233.

Satu port USB 2.0 ada di samping untuk koneksi internet dengan modem 3G atau 3,75G. Ini ditambah 4 port ethernet LAN untuk jaringan lokal dan 1 port ethernet WAN (internet lewat modem ADSL) di belakang.





Grafik
hasil pengujian kecepatan transfer data nirkabel menggunakan tool NetIQ Chariot.










Grafik
hasil pengujian firewall SPI menggunakan fasilitas Shield Up di situs grc.com.









Plus    
: Konektivitas dengan modem 3G & 3,75G; fungsi file server & FTP server; througput tinggi; harga murah.
Minus : Firewall SPI harus dikuatkan firewall sistem operasi; MAC filtering & URL filtering tidak memiliki pilihan whitelist (deny).
Skor Penilaian
- Penggunaan  : 4
- Fasilitas        : 3,75
- Kinerja         : 4
- Harga           : 4,75
- Skor Total    : 4,1

Sabtu, 15 Januari 2011

Samsung Kembangkan Memori DDR4

Modul memori DDR3 baru mulai marak di pasar. Kapasitasnya besar, kinerjanya cepat dan harganya mulai terjangkau, sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen. Eh  Samsung bahkan sudah maju satu langkah lebih cepat lagi. Produsen Korea ini mengumumkan DRAM DDR4 yang dapat membaca dan menulis dengan konsumsi daya 40% lebih sedikit dibandingkan DDR3.
Bandwidth terbesarnya adalah  2.13Gbps at 1,2V, sementara teknologi Pseudo Open Drain membantu meminimalkan dampak terhadap baterai. Samsung memprediksi bahwa modul DRAM baru akan masuk ke kecepatan 4Gbps.
Saat ini Samsung sedang bekerjasama dengan para produsen server untuk mendapatkan sertifikasi JEDEC, yang bisa jadi membutuhkan waktu bertahun-tahun. Kendati penghematan 40% jelas bermanfaat pada pasar server, target pasar DDR4 adalah laptop dan perangkat mobile lain yang membutuhkan memori yang hemat energi.
Jadi kapan kita akan melihat DDR4? Sabar ya. Dulu ketika DDR3 hadir, ia juga butuh waktu panjang untuk diterima.

Layanan Broadband Siap Hadir di Pedesaan

Senangnya jadi penduduk desa di Amerika Utara, khususnya wilayah Wisconsin barat laut. Sebab layanan broadband ultracepat LTE (long term evolution) akan segera bisa dinikmati mulai kuartal pertama 2011.
Begitu diumumkan Nokia Siemens Networks yang memfasilitasi layanan LTE bagi Mosaic Telecom, operator layanan pedesaan Amerika Utara itu. Ada dua pita frekuensi yang digelar untuk layanan data broadband nirkabel tersebut, yakni 700MHz dan 1700/2100 MHz.
“Fakta bahwa kami dapat menggunakan kembali aset spektrum yang ada untuk implementasi LTE adalah keuntungan yang sangat besar. Karena LTE adalah teknologi yang diadopsi di seluruh dunia untuk pita frekuensi yang berpasangan dan tidak berpasangan, hal ini juga akan membuat biaya pengadopsian menjadi lebih hemat, nyaman dan efisien bagi kami,” kata chief executive office, Mosaic Telecom, Rick Vergin, dalam rilis persnya.
Sesuai kesepakatan, Nokia Siemens Networks akan memasok Evolved Packed Core yang terdiri dari Flexi NS (Network Server) dan Flexi NG (Network Gateway) dan jaringan radio LTE berbasis BTS Flexi Multiradio.

Apple iOS 4.3 Beta Meluncur

Meski masih dalam tahap Beta, Apple tetap pede memunculkan sistem operasi untuk gadget mereka, iOS 4.3 Beta. Apa saja hal yang baru?

Bagi para Apple mania, kemunculan sistem baru sangat dinanti agar mereka bisa mendapat fungsi anyar plus peningkatan tambahan bagi iPhone, iPod Touch, atau iPad.

Beberapa fungsi baru yang menarik adalah personal WiFi hotspot, nada pesan yang bisa dipersonalisasi, serta sensasi sentuh multitouch yang baru. Salah satu contoh dari yang terakhir ini adalah kemudahan menutup dan berpindah aplikasi, cukup dengan 4-5 jari yang digerakkan bersamaan.
Satu lagi penyempurnaan hadir pada fungsi AirPlay. Airplay memungkinkan Anda mendengar musik di seluruh rumah Anda tanpa kabel melalui teknologi nirkabel yang diintegrasikan sepenuhnya ke input speaker, penerima AV, dan sistem stereo. Hal ini termasuk juga dalam memainkan video di Apple TV, bahkan video tetap dapat dinikmati saat Anda sedang browsing Internet.
Di iOS 4.3, pengembang aplikasi juga telah diperbolehkan memakai API agar lebih leluasa memaksimalkan kemampuan multimedia. Mereka dapat memantau informasi penting mengenai konten, termasuk berapa banyak orang yang menonton video online dan seberapa besar dampak iklan pada video mereka. Feature iAds di iPad pun kini bisa ditampilkan dalam format layar penuh (full screen).

Tertarik mencobanya? Silahkan unduh di http://developer.apple.com (bagian iOS Dev Center).
Beberapa fungsi menarik sebenarnya telah disiapkan, namun agaknya lebih ditujukan bagi para pengembang software. Meski iOS 4.3 Beta cukup menjanjikan, namun agaknya Apple lebih memfokuskan sistem ini untuk gadget tipe baru mereka, sehingga beberapa model terdahulu macam iPod Touch generasi kedua dan iPhone 3G tak bisa kompatibel.

Minggu, 02 Januari 2011

AMD Kembali Hadirkan FX

 Masih dengan prosesor AMD Athlon FX? Seri FX yang terakhir kali hadir di pasaran dengan AMD Athlon FX-70 di 2006 lalu itu rencananya akan dibangkitkan kembali oleh AMD di tahun 2011 ini.

Pada masanya, Athlon FX merupakan kasta tertinggi dari jajaran prosesor AMD saat itu. Seri prosesor ini memiliki kinerja yang tinggi, multiplier yang di-unlock, serta memiliki harga yang tinggi pula. Posisinya sejajar dengan prosesor Intel seri Extreme Edition kala itu. Setelah seri FX terakhir meluncur beberapa tahun lalu, sampai saat ini AMD hanya bermain di pasar prosesor dengan harga di bawah US$300 dan membiarkan Intel melenggang sendiri dengan prosesor-prosesor ekstrim nan mahal.

Kini, dengan peluncuran platform terbaru Zambezi dan Bulldozer, AMD berencana akan menggunakan kembali nama FX ini. Berdasarkan kutipan dari DonanimHaber, varian flagship Zambezi yang memiliki 8 core akan diberi nama Vision Black FX. Sedangkan varian Bulldozer yang memiliki 4 dan 6 core akan bernama Ultimate Vision FX.

Prosesor berbasis Bulldozer akan dibuat dengan proses produksi 32nm, dan akan menggunakan soket tipe AM3+ yang akan muncul bersamaan dengan hadirnya chipset seri 9 nanti. Belum jelas soal kompatibilitas prosesor ini dengan motherboard berbasis chipset seri 7 dan 8 yang telah beredar saat ini, ataupun sebaliknya.

Awas, Jebakan Jejaring Sosial

Di balik gegap gempita pesta tahun baru 2011, siapa yang menyangka berbagai ancaman dan serangan mengintai para pengguna internet. Vendor keamanan asal Slovakia, ESET pun membeberkan serangkain kesimpulan dari beberapa sumber, baik dari ESET global resources, peneliti handal di bidang keamanan dunia maya, dan David Harley sebagai Director Malware Intelligence di ESET. Tidak ketinggalan, juga melibatkan para analis Cyber Threat Analysis Center (CTAC)—sebuah badan yang menganalisis ancaman dunia maya.

  • Menurut analisis CTAC, jejaring sosial masih menjadi target utama serangan sebagaimana juga dialami pada tahun 2010. Bahkan ada kecenderungan meningkat di tahun 2011. Yang menjadi target di antaranya LinkedIn, Orkut, dan Twitter. Demikian halnya dengan mesin pencari seperti Bing dan Yahoo.
  • Serangan terhadap perangkat mobile juga mengalami peningkatan. Brand tertentu yang melengkapi produknya dengan aplikasi untuk perlindungan akan semakin rentan terhadap serangan malware . Demikian juga dengan serangan dari jejaring sosial palsu masih akan tetap berlanjut.
  • Botnet baru diprediksi belum akan muncul. Namun botnet lama yang masih akan berkeliaran dan meningkat selama tahun 2011. Menurut pihak Shadowserver data, volume peredaran botnet masih akan meningkat. Sementara itu, ThreatSense.Net menyatakan pertumbuhan volume bot malware masih berlanjut, di mana hal tersebut menunjukkan infeksi zombie akan meliputi proporsi yang lebih tinggi dibanding infeksi pada sistem lainnya. Para analis di Cyber Threat ESET menyatakan bahwa botnet akan tetap menjadi masalah utama, tetapi diharapkan ke depan akan semakin banyak pengguna komputer yang menyadari bahwa botnet yang sepertinya kecil dan jinak juga memiliki ancaman yang membahayakan sebagaimana botnet yang selama ini dikenal.
  • Kemunculan Boonana yang menyerupai Koobface dan potensial menginfeksi lebih dari satu OS. Pada akhirnya kondisi ini memungkinkan lebih banyak malware yang berbasis Java untuk bekerja dengan beberapa platform. Sebagai contoh botnets yang menggunakan zombie dan mampu bekerja di dua OS, Windows dan non-Windows.
  • BlackHat SEO (Search Engine Optimization), terkadang tampil sebagai index virus atau index pembajakan, dan peluang blackhats untuk mengoptimalkan cara kerjanya akan semakin terbuka dalam mengendalikan lalu-lintas malware dengan pencarian real time terutama karena penggunaan media jejaring sosial. Topik masalah ini telah menjadi materi diskusi utama di Konferensi Virus Buletin 2010.