Sabtu, 28 Mei 2011

Rekayasa Perangkat Lunak II

Pengertian
RPL
RPL
Rekayasa perangkat lunak (RPL, atau dalam bahasa Inggris: Software Engineering atau SE) adalah satu bidang profesi yang mendalami cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembanganan perangkat lunak dan sebagainya.

Modul
Pertama [Review I ] Download
Kedua[Review II] Download dan Pengujian   Download
Ketiga [Testing dan Implementasi Sistem ] Download RPL II Pertemuan 3
Keempat [Materi dan Referensi Bacaan OverView RPL 1] Download Disini
Kelima & Keenam [Materi dan Referensi Bacaan OverView RPL 1] Download Disini
Pertemuan 7 & 8 Download Disini
Modul Class Diagram dan Activiti Diagram Download Disini
Modul Interaction Diagram Download Disini
Modul Software Testing MM 2 Download Disini
Modul Software Testing  MM 3 Download Disini
Tugas
Pertama [Preview of Design System] Download
Kedua [Referential Integrity] Download
Ketiga [Study Kasus [Analisa]] Download
UTS
UAS

Network Security

Pendahuluan
Network Security ?
In the field of networking, the specialist area of network security consists of the provisions made in an underlying computer network infrastructure, policies adopted by the network administrator to protect the network and the network-accessible resources from unauthorized access, and consistent and continuous monitoring and measurement of its effectiveness (or lack) combined together.
Concept
Network security starts from authenticating the user, commonly with a username and a password. Since this requires just one thing besides the user name, i.e. the password which is something you ‘know’, this is sometimes termed one factor authentication. With two factor authentication something you ‘have’ is also used (e.g. a security token or ‘dongle’, an ATM card, or your mobile phone), or with three factor authentication something you ‘are’ is also used (e.g. a fingerprint or retinal scan).
Once authenticated, a firewall enforces access policies such as what services are allowed to be accessed by the network users.[1] Though effective to prevent unauthorized access, this component may fail to check potentially harmful content such as computer worms or Trojans being transmitted over the network. Anti-virus software or an intrusion prevention system (IPS)[2] help detect and inhibit the action of such malware. An anomaly-based intrusion detection system may also monitor the network and traffic for unexpected (i.e. suspicious) content or behaviour and other anomalies to protect resources, e.g. from denial of service attacks or an employee accessing files at strange times. Individual events occurring on the network may be logged for audit purposes and for later high level analysis.
Communication between two hosts using the network could be encrypted to maintain privacy.
Honeypots, essentially decoy network-accessible resources, could be deployed in a network as surveillance and early-warning tools. Techniques used by the attackers that attempt to compromise these decoy resources are studied during and after an attack to keep an eye on new exploitation techniques. Such analysis could be used to further tighten security of the actual network being protected by the honeypot.[3]
A useful summary of standard concepts and methods in network security is given by [4] in the form of an extensible ontology of network security attacks. wiki.en
Ref:
  1. ^ A Role-Based Trusted Network Provides Pervasive Security and Compliance – interview with Jayshree Ullal, senior VP of Cisco
  2. ^ Dave Dittrich, Network monitoring/Intrusion Detection Systems (IDS), University of Washington.
  3. ^ Honeypots, Honeynets
  4. ^ Simmonds, A; Sandilands, P; van Ekert, L (2004). “An Ontology for Network Security Attacks”. Lecture Notes in Computer Science 3285: 317-323.
Modul
Keamanan Sistem Jaringan Download
Algoritma Kriptografi Modern (Bagian 1) Download
Tugas
Scanning Port & IPDownload
UTS
UAS
Soal Uji Coba UAS
Jawaban Uji Coba UAS
Note:
Tools yang digunakan [Hacking Tools]
1. IP Scaner Download
2. Port Scaner Download

Scanning IP dan Port

Untu menscan Ip dan melihat port apa saja yang terbuka di dalam alamat IP tersebut, kita membutuhkan beberapa software / tools untuk melakukannya, banyak software seperti itu, kita akan mecoba salah satu dari sekian banyak tools yang ada, salah satunya adalah :
  1. Angry Ipscaner  v.3 beta 4 [1]
  2. Auto NOC Port Scan [2]
Kedua tools tersebut dapat digunakan untuk mescan IP dari koneksi Wireless [3] maupun Wired [4] , sebagai contoh kami menggunakan media Wireless,
Untuk wireless yang menggunkan Ip secara dinamik atau DHCP [5] untuk kampus [Stikom Bali] kita bias melihat Kelas IP tersebut [Setelah Terkoneksi dengan Jaringan] :
Alamat Ip, Sm, dan Gw computer Kami
Alamat Ip, Sm, dan Gw computer Kami
Ip         :           192.168.18.160 [6]
Sm       :           255.255.255.0
GW     :           192.168.18.254
Ip , Sm, Gw diatas adalah diberikan secara otomatis dari AP.
Setelah Mengetahui IP dari Komputer kita, lalu buka tools untuk menscan Ip berapa saja yang ada di dalam range 192.168.18.xxx [7]
Langkah –langkah :
  1. Buka tools Angry Ipscaner
  2. Masukan Ip Range dari 192.168.18.1 to 192.168.18.255
  3. Klik Tools, Klik Preferences
  4. Pada Tab Display, Pilih Alive Host (responding to ping) only. “Hanya Menampilkan Host yang Hidup / yang dapat menerima ping dari kita. [8]
  5. Klik Ok

Preferences
Preferences
6. Klik Start
Scanning IP

Hasil Scanning IP
Hasil Scanning IP
Dari hasil scanning diatas kita mendapatkan 4 Ip Sekelas[9] yang terkoneksi dengan computer kita.
Misalnya kita akan mencoba melihat port apa saja yang terbuka dari alamat IP 192.168.18.170
Untuk mengetahui  port apa saja yang terbuka dari alama Ip diatas ikuti langkah – langkah dibawah ini :
  1. Buka Auto NOC Port Scan
  2. Masukan Ip yang dimaksud kedalam kolom ”site or Ip Address”
  3. Secara Default ”#Threads” akan terisi dengan angka ”100”[10]
  4. Isikan batasan port yaitu ”Start” = 0 dan ”End” = 100
  5. Klik Go

Hasil Scanning Port
Hasil Scanning Port
Dari hasil scanning port di atas alamat Ip 192.168.18.170 terbukti mempunyai 2 port yang terbuka yaitu port 21[11] dan port 80 [12] untuk batasan dari port 0 – 100.
Kita mencoba menscan alamat ip yang lain misalnya 192.168.18.243, dengan range port ditambahkan dari 100 menjadi 1000.
Scanning Port

scanning port
scanning port
Hasilnya adalah pada alamat ip diatas ternyata port yang terbuka lebih banyak yaitu port 21, 110, 139, 135, 445.[13-16]
—————————
Keterangan:
  1. http://www.azib.net/ipscan/
  2. http://www.autonoc.com/index.htm
  3. Koneksi tanpa Kabel atau udara sebagai perantaranya
  4. Koneksi Menggunakan Kabel
  5. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.
  6. Ip Komputer Kita
  7. Ip Sekelas
  8. Optional ”Boleh di Setting atau boleh juga tidak di setting”
  9. 192.168.18.170,192.168.18.236, 192.168.18.243, 192.168.18.254
  10. umlah Port yang akan di tampilkan didalamnya.
  11. File Transfer (Control)/tcp [Transmission Control Protocol (TCP) adalah suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793], File Transfer (Control)/udp, FTP/sctp [SCTP adalah perkembangan teknologi dari TCP (Transmission Control Protocol) atau dapat disebut juga sebagai ‘super TCP’. SCTP dirancang untuk memenuhi kebutuhan penggunaan yang lebih luas dibandingkan dengan yang dapat diberikan oleh TCP. SCTP merupakan suatu layer yang terletak antara layer user adaptation dan layer IP. Layer ini dirancang untuk menyediakan aplikasi protokol transmisi.]
  12. 12. World Wide Web HTTP, [tcp,udp] idem 11
  13. port 110 [POP3 / Post Office Protocol - Version 3]
  14. port 139 [netbios-ssn / NETBIOS Session Service]
  15. port 135 [epmap / DCE endpoint resolution]
  16. port 445 [microsoft-ds]

Desain Antar Muka

Modul
Pertemuan Pertama [Review I]  Download IKON2
Modul Usability Download
Modul Design Download Disini
Modul Notasi Dialog dan Analisis Tugas Download Disini
Modul Prototyping Download Disini
Modul Help dan Documentasi Download Disini
Modul Teknik Evaluasi Download Disini
Tugas
Analisa Web [Mangga Dua Komputer] Download
UTS

UAS

Bahasa Indonesia

Pendahuluan
Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai  pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.  pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.
Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa.
Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sumber : Disini
Modul
Pendahuluan Bahasa Indonesia, Diksi dan Kalimat Efektif, Download Disini
Kalimat Efektif Lanjutan Download Disini
Tugas
…Di dalam table di atas menunjukkan bahwa penduduk Indonesia sebagian besar petani…Kepada para mahasiswa diharap masuk satu per satu….
Jawaban Tugas 2 Download Disini
UTS
UAS

Modul PBO (Pemodelan BerOrientasi-Objek)


 
Modul
UML Praktikum 1 , 2 dan 3 Download Disini
Class Diagram, Download Disini

 

 

Pencarian Populer:

  • materi pbo tentang case
  • modul PBO
  • Pemodelan BERORIENTASI OBJEK